Postingan

Menampilkan postingan dengan label Hikmah Hari ini

Baiklah dan Kuatkanlah

    Setiap detik kebaikan yang kita torehkan, Allah tidak akan menyia-nyiakannya. Cobalah untuk menghibur hati orang-orang di sekitar kita. Karena, orang yang paling baik adalah orang yang bermanfaat bagi orang lain. Kalau kita tak punya uang untuk mengurangi beban ekonomi mereka, setidaknya dengan kedatangan kita, rasa tertekannya mulai melebur. Kita yakinkan pada mereka, bahwa setiap permasalahan yang kita hadapi pasti ada jalan keluarnya.      Kita kuatkan orang-orang di sekitar kita, karena yakinlah sahabat... setiap rasa kuat yang mereka rasakan, Allah tak kan lupa untuk menguatkan kita pula... Setiap senyum adalah sedekah. Setidaknya, jika kita tak bisa memberikan sedekah berupa barang, buatlah mereka merasa bahagia dengan senyuman yang kita berikan.     Hari demi hari, saya selalu berusaha untuk menyikapi dengan baik setiap teman yang ingin melampiaskan hatinya yang menguat maupun melemah. Kita hargai setiap langkah hati teman kita. ...

Saya Segan Karena Anda Mirip Spongebob

Gambar
       Sudahkah anda tersenyum hari ini?      Sahabat-sahabat yang mulia hatinya... Siapa yang tidak senang mendapat senyuman? Sudah fitrahnya, senyuman itu meluluhkan hati yang keras, membahagiakan hati yang sedih, menentramkan jiwa yang gundah, menambah kasih sayang, pelipur lara, hingga menghapus stress, walau kadang hanya sementara.

Sabar Menunggu Guru yang Tertidur

Sahabat-sahabat yang luar biasa... Mari kita belajar mengerti dan memahami lingkungan sekitar kita dengan sederhana namun sangat berarti bagi kehidupan kita. Orang yang mengerti dan memahami akan lebih dihargai daripada orang yang pandai dan cerdas tanpa pemahaman dan pengertian.        Tadi pagi saya setoran Al-Qur'an ke salah satu ustadz di Ma'had. Saat itu, keadaan begitu riuh dengan lantunan ayat-ayat suci Al-Qur'an. Karena begitu nikmatnya, rasa kantuk yang begitu kuat menghampiri ustadz yang sedang duduk manis mendengarkan dan membenarkan setiap bacaan Al-Qur'an tiap-tiap santri. Sekitar tujuh santri duduk di depan beliau sambil melantunkan Al-Qur'an sesuai dengan kemampuannya masing-masing. Saat itu aku duduk di samping kiri beliau. Aku mencoba melempar sedikit pandanganku ke ustadz. Ternyata ustadz sudah merasa keberatan menahan kantuknya. Dengan perlahan, ustadz terlena dengan kantuknya, sehingga mata beliau tak sanggup lagi terbuka.

Postingan populer dari blog ini

Download E-Book Kitab Al-‘Arabiyah Linnasyi’in Lengkap

Kitab Jamiuddurus Jilid 1,2,3 pdf